Hj. ASNAH, HUSNIZAR dan ISDIANTO Lolos Syarat Pencalonan KETUA DEMOKRAT KEPRI. Siapa yang Direstui AHY?

BATAM.Bilo.co.idTiga kandidat Calon Ketua Demokrat (PD) Kepri, Hj Asnah, Husnizar Hood dan Isdianto lolos dalam pencalonan Ketua DPD PD Kepri. Selanjutnya lewat Musyawarah Daerah nanti, mereka ditetapkan sebagai calon untuk dipilih DPP Partai Demokrat sebagai pemegang komando partai berlambang bintang mercy ini.

“Tiga kandidat tadinya sudah memenuhi syarat dukungan, dan ketiganya nanti akan direkomendasikan oleh peserta Musda ke DPP untuk dilakukan fit and propertest sebelum ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kepri,” terang Plt Ketua DPD PD Kepri, Renanda Bachtiar, didampingi Plt Ketua DPC Karimun,Osco Olfriady Letunggamu, Selasa (24/8/2021) di Batam.

Katanya, Isdianto didukung oleh DPC Lingga dan Batam. Kemudian Husnizar Hood didukung oleh DPC Bintan dan Tanjungpinan dan Hj Asnah didukung oleh Anambas dan Natuna.

“Sementara pemegang hak suara Plt Ketua Karimun dan Plt Ketua DPD Kepri sepakat tidak memberikan hak suara demi membatasi jumlah kandidat dan netralitas,” terang Renanda.

Untuk menyukseskan musda lanjut Renanda, pihaknya menunjuk Ketua SC (Steering Commite) dan Ketua OC (Organizing Commite). “Pak Husnizar Hood sebagai Ketua SC dan Harlianto sebagai Ketua OC, paparnya.

Dijelaskan, musda kali ini agak berbeda dari sebelumnya, karena hasil Musda hanya akan merekomendasikan tiga nama ke DPP, dan tim penguji yang terdiri dari Ketua Umum, Sekjen dan DP OKK akan melakukan pengkajian dari berbagai aspek, dan terakhir akan menentukan siapa yang paling layak sebagai Ketua DPD Demokrat Kepri.

“Tim penguji DPP telah mempersiapkan materi uji, termasuk 10 program utama partai. Sehingga penguji didasarkan kemampuan meyakinkan penguji, bukan didasarkan pada like and dislike,” ungkap Wasekjen DPP Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Plt Ketua DPC Karimun, Osco Olfriady Letunggamu menambahkan bahwa salah satu warna baru kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah terobosan Musda. Keterpilihan Ketua DPD tidak sepenuhnya diserahkan ke peserta Musda tetapi melibatkan peran DPP guna menilai calon yang memiliki kapabilitas dan kredibilitas.

Hal lainnya kepemimpinan AHY tidak hanya mengandalkan ketokohan dan figur tapi sebuah kerja bersama untuk kemajuan partai melalui program utama partai yang sudah dikonsep dari DPP.

” Adapun Culture baru kita tidak mau mendahului kepemimpinan. Kita harus tetap satu komando, dan itulah mengilhami Musda mengacu pada putusan DPP dan nantinya akan dinilai langsung Ketua Umum,” tutup Osco. (red)

Sumber: batamclick

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button