Lima Artis Top Tanah Air asal Kepulauan Riau. Siapa Saja Mereka?

BATAM. Bilo.co.idSejumlah selebirtis terkenal di tanah air ternyata berasal dari Provinsi Kepulauan Riau. Mereka lahir dan tumbuh di daerah ini. Selanjutnya meniti karir di ibukota seperti jadi youtuber, penulis, influencer sampai dengan bintang film dan sinteron. Yuk simak siapa saja mereka. Cek disini.

1. Arief Muhammad
Arief Muhammad merupakan seorang influencer. Naman pria kelahiran, Batam 26 Oktober 1990 melesat dan terkenal saat memulai kiprahnya dalam media sosial saat menggunakan akun Twitter bernama @poconggg.

Akun tersebut sudah dimulai sejak 2009 dan dikenal karena twit-nya yang horor serta balutan komedi. Dari sinilah, Arief Muhammad berhasil meraup dua juta pengikut di Twitter. Sukses dengan Twitter, anak dari mantan Ketua Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota Batam, Iskandar Yakoeb ini membuat buku dan film yang berjudul sama dengan Twitter-nya. Lagi-lagi buku yang dibuat Arief Muhammad laris terjual dan populer di kalangan remaja ketika itu.

Sekaligus berkat kesuksesan tersebut, nama Arief Muhammad kian diperhitungkan dalam dunia hiburan dan juga jadi youtuber. Arief Muhammad juga dikenal dengan hobinya mengoleksi motor dan mobil.

Arief menikah dengan Tiara Pangestika pada tahun 2016. Dari pernikahannya dengan Tipang, Arief Muhammad akhirnya dikaruniai anak yang diberi nama Ibrahim Wishaka El-Imran pada 5 Juni 2020.

2. Oki Setiana Dewi

Siapa tak kenal dengan Oki. Namanya melambung saat membintangi Lewat film Ketika Cinta Bertasbih 2009. Wanita kelahiran Batam, Kepulauan Riau, 13 Januari 1989 kemudian menjadi penceramah di Islam itu Indah, Trans TV sejak 2014.

Oki menyelesaikan program doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kini Oki menjadi pimpinan Yayasan Maskanul Huffadz dan pendakwah tak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Anak pertama dari pasaangan Sulyanto, S.T. dan Yunifah Lismawati ini menghabiskan masa kecil hingga berusia 16 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau. Oki memiliki 2 orang adik bernama dr. Shindy Kurnia dan Ria Ricis.

Oki menikah dengan Ory Vitrio Abdullah, S.Kom. pada tahun 2014 dan dikaruniai 3 orang anak, yakni Maryam Nusaibah Abdullah, Khadeejah Faatimah Abdulullah, Ibrahim Muhammad Abdullah.

Menyelesaikan sekolah di SD Kartini I Sekupang, Oki melanjutkan ke SMP Negeri 3 Batam dan SMA Negeri 1 Batam. Selalu mendapatkan peringkat 1 di kelasnya, Oki pun sering mewakili sekolah dalam perlombaan Olimpiade Biologi hingga pidato serta debat Bahasa Inggris. Ia pun aktif mengikuti berbagai macam ekstrakulikuler mulai dari Organisasi Siswa Intra Sekolah, Gerakan Pramuka Indonesia, basket, teater, english club, hingga marching band dan menjadi ketua kelas sejak SD-SMA.

Setelah kelas 2 SMA, Oki melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Depok dan kembali mengharumkan nama sekolah dengan berkali-kali menang dalam perlombaan.

Tahun 2007, Oki menjadi mahasiswa Sastra Belanda, Universitas Indonesia. Ia terpilih menjadi Mahasiswa Baru Terbaik OKK Universitas Indonesia, serta Mahasiswa Baru terbaik di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Selama kuliah Oki aktif dalam kegiatan BEM, Lembaga Dakwah Kampus Salam UI, Lembaga Dakwah Kampus Fakultas FORMASI FIB UI dan tentu saja teater. Kecintaannya pada seni peran, mengantarkannya mendapat penghargaan menjadi Aktris Wanita Terbaik pada Festival Petang Kreatif UI. Oki juga terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Seni FIB UI.

Tahun 2008, Oki mengikuti audisi film Ketika Cinta Bertasbih dan terpilih menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Mesir ini, membuat Oki mendapatkan 2 penghargaan di ajang Indonesia Movie Awards 2010 sebagai Aktris Pendatang Baru Wanita Terbaik dan Aktris Pendatang Baru Wanita Terfavorit.

Setelah lulus S1, Oki sempat belajar dan tinggal di Rumah Quran Darut Tarbiyah Depok untuk menghafalkan Al Quran, dan belajar bahasa Arab sebagai mustami’ selama 1 bulan di lembaga bahasa Universitas Umm al-Qura Mekkah.

Tahun 2012, Oki melanjutkan pendidikan S2 nya di Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, dan 2016 melanjutkan program doktor di 2 tempat sekaligus yaitu Program Doktor Kajian Islam jurusan Dakwah dan Komunikasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Program Doktor Pendidikan Berbasis Quran di Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta (2016). Oki pun mendapatkan beasiswa untuk mempelajari Kajian Islam di Australia dan di Jerman pada tahun 2017.

Sejak tahun 2011, Oki mulai rutin menulis buku, hingga mengantarkannya menjadi salah satu pembicara di Program Islam Itu Indah Trans TV setiap hari sejak 2014. Seiring berjalan waktu Oki tidak hanya berdakwah untuk televisi Indonesia, tapi juga Malaysia.[11]

Saat ini Oki menjadi pimpinan atas Yayasan Maskanul Huffadz[12] yang berpusat di Bintaro, Tangerang Selatan, yang didirikan di tahun 2016. Bersama para sahabatnya, Oki fokus mengurusi anak-anak Indonesia yang di tempatkan di 8 cabang Maskanul Huffadz yang memberikan beasiswa penuh selama 1 tahun untuk menghafalkan Al Quran dan kembali mengajarkannya ke seluruh penjuru Indonesia.

3. Ria Ricis
Ria Yunita, S.I.Komia Yunita, S.I.Komlebih dikenal sebagai Ria Ricis merupakan aktris, selebritas internet, TikToker, dan YouTuber. Lahir di Batam lahir di Batam, 1 Juli 1995.

Ricis juga merupakan YouTuber dengan pelanggan terbanyak kedua di Asia Tenggara. Dikenal dari video konten YouTubenya (Ricis Official) yang menunjukkan squishy miliknya dengan cara melakukan hal beragam seperti memakan, melumat, dan memotong-motong squishy miliknya sendiri yang banyak ditonton.

Ia juga merupakan seorang penulis buku dimulai dari buku “Ricis”, “Saya Pamit”, dan “Bukan Buku Nikah (BBN)” yang pernah menjadi top di toko-toko buku.

Masa awal kariernya dimulai dari menjadi selebgram atau kreator konten di Instagram yang mengunggah video-video yang sedang populer saat itu. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti beberapa program televisi dan ia tertarik menjadi naravlog di YouTube. Ia juga menjadi TikToker dengan jumlah pengikut terbanyak di Indonesia yang saat ini berjumlah 16,5 juta pengikut.

4. Virliana Yuniar (Vira Yuniar)
Vira Yuniar merupakan artis top dan model tanah air. Ia lahir di Tanjungpinang, 1 September 1981
Kehidupan pribadi Vira menikah dengan Teuku Ryan. Mereka dikaruniai dua orang anak, Cut Sjalinni Ryan dan Teuku Prayaa Alcany Ryan.

Vira mengawali kariernya dengan mengikuti pemilihan covergirl Majalah Aneka Yess! tahun 1995. Saat itu Vira baru duduk di bangku SMP dan masih berusia 14 tahun dan berhasil menjadi juara I. Setelah itu Vira yang berdarah Minang ini hijrah dari Batam ke Jakarta. Debut aktingnya adalah sinetron Abad 21 bersama Lulu Tobing yang saat itu juga memulai debutnya.

Meski sejak kecil telah berkecimpung di dunia keartisan, Vira tetap melanjutkan pendidikannya. Bahkan di penghujung tahun 2005, Vira resmi menyandang gelar sarjana dari London School dengan mengambil jurusan Public Relations. Padahal saat itu Vira tengah mengandung 8 bulan.

5. Andy Liany
Andy Liany merupakan penyanyi musik rock Indonesia. Ia lahir Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 19 Juli 1964. Namanya menjulang di awal 1990-an. Sayang kesuksesan penyanyi gondrong ini tidak berlangsung lama karena tahun 1995 kecelakaan merenggut nyawanya.

Andy Liany seperti rocker lain kelihatannya saja garang, ia adalah tipikal individu yang sangat friendly, tidak ada istilah, menolak orang yang datang untuk wawancara, foto, atau bahkan sekedar ngobrol, batas antara seleb dengan orang awam pun nyaris tak ada, dia juga tidak pernah melupakan orang yang pernah ngobrol banyak dengannya.

Bakat menyanyi Andy Liany sudah tampak sejak mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak di TK Hang Tuah.Andy selalu menghibur teman-temannya beryanyi dan bersemangat bila ada yang memintanya beryanyi. Darah seninya mengalir dari Kakek dan Ayahnya sebagai musisi lokal pada jamannya, bahkan band ayahnya Andy yang bernama Usman Rachim Bersaudara kerap diundang orang-orang Belanda untuk tampil di pinggir pantai bahkan hingga ke Tanjung Pandan, Belitung pada dasawarsa 1950an.

Andy melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Dasar Katolik Tanjungpinang dan SMP Negeri 3 Tanjungpinang. Lalu Andy memutuskan untuk merantau ke Bandung sejak kelas 2 SMP melanjutkan pendidikannya di SMP Pasundan kemudian SMA 3 Pasundan, Bandung.

Petualangannya ke Bandung selain ingin memiliki perubahan hidup, juga untuk menyaksikan penampilan band-band terkenal pada waktu itu. Andy sering mendengarkan lagu-lagu dari Yes, Janis Joplin, AC/DC dan beberapa band beraliran Rock lainnya. Kecintaannya terhadap musik terus berlanjut hingga Andy melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan tanpa pernah absen melihat konser dan pertunjukan musik, diantaranya adalah Harry Roesli dan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB).

Hasrat bermusik kian besar selama menempuh pendidikan di bangku kuliah hingga akhirnya Andy memutuskan untuk mengikuti jejak sang Ayah dengan berhenti kuliah agar lebih fokus bermusik. Keputusan Andy berhenti kuliah setelah sebelumnya meminta ijin kepada Ibundanya untuk berkarir di blantika musik melalui surat yang dikirim melalui pos.[1] Kisah sepucuk surat ini akhirnya menjadi sebuah lagu bertajuk “Boleh Ma” yang dimuat kedalam album Misteri.

Awal karier bermusik diawali dengan bergabung dalam grup musik Z Liar. Bersama grup ini, tiga singel yaitu “Fitnah”, “Tragedi” dan “Cacing Tanah” dirilis. Ia juga sempat menjadi vokalis Elpamas menggantikan posisi Ecky Lamoh walau tidak sampai mencetak album.

Pada tahun 1991 ia merilis satu album singel dengan lagu Satu Cita.[2] Selanjutnya ia bergabung bersama Pay, Ronald Fristianto, dan Once membentuk Fargat 727, dan merilis mini album “Seribu Angan” (1992).[3]

Album solo pertamanya adalah “Misteri”, di bawah label Win Records. Salah satu lagunya, Sanggupkah Aku, mengangkat namanya ke pentas nasional, juga mendapatkan penghargaan BASF AWARDS THE BEST SELLING ALBUM ”SANGGUPKAH” pada tahun 1993.

Setahun kemudian keluar album solo kedua, “Antara Kita” dengan hit berjudul sama, Antara Kita. Kemudian Ia kembali menggarap satu album baru lagi. Namun pada malam 24 Juli 1995 dia mengalami kecelakaan mobil, akibat insiden malam itu, nyawanya tidak tertolong akibat mobil yang di kendarainya menabrak sebuah pohon di daerah Karawang, tubuhnya pun terjepit di antara kursi mobil dan setir. Baru 2 lagu yang ia selesaikan yaitu “Ingin Rasanya” dan “Aku vs Kamu”. Kemudian dibuatlah album yang diberi nama “Cendera Mata” sebagai bentuk penghormatan kepada sosok penyanyi rock legendaris itu, lagu lagu yang ada di album pertama (Misteri) dan (Antara Kita) pun beberapa di masukkan ke dalam album “Cendera Mata” dan ada 2 lagu baru. (berbagai sumber)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button