Mendorong UKM Melek Teknologi dan Batam Kota MICE di Tengah Pandemi

Oleh: Rizki Firmanda, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Ibnu Sina Batam

Pandemi belum kelihatan ujungnya. Varian terbaru dari turunan COVID-19, Omicron kini pun menggila.

Data terakhir, pesien COVID-19, di Batam sudah tembus angka 200-an. Kondisi ini tentu saja mengundang kekhawatiran.

Masyarakat pun mulai dihantui kondisi PPKM seperti beberapa waktu lalu. Usaha tiarap, ekonomi pun mandeg. Ancaman pengangguran pun menunggu.

Di Tengah kekhawatiran itu, maka tidak ada salahnya kita berfikir keras mencari solusi yang tepat. Artinya, ekonomi tetap berjalan meski berhadapan dengan pandemi.

Banyak pakar mengusulkan pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi informasi sebagai solusi kongkrit. Namun lagi-lagi keterbatasan kemampuan penguasaan teknologi oleh masyarakat jadi kendala.

Oleh sebab itu, menurut hemat penulis tidak ada jalan bagi pemerintah yakn mestii menggenjot kepakaran masyarakat dengan teknologi informasi itu.

Masyarakat perlu ditunjuk ajar dengan serius. UKM mesti dibimbing dengan sungguh-sungguh sampai bisa. Sehingga mereka bisa manfaatkan ruang dunia maya jadi medja memasarkan usaha mereka.

Pemerintah harus serius menghadirkan peluang ini bagi UKM. Jika perlu penyuntikan modal pun mesti dilakukan.

Sebab UKM bergerah, ekonomi pun bergairah. Walau ruang gerak terbatas.

Selain itu, menggerakan wisata lokal akan jadi langkah efektif mendulang fulus. Memperkokoh Batam sebagai kawasan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bisa jadi andalan di tengah kondisi pandemi yang membatasi wisatawan mancanegara masuk Batam.

Hotel, pusat perbelanjaan dan tujuan wisata bisa mendapat multiflayer effect dari kegiatan ini. Tentunya dengan pembelakuan protokol kesehatan yang ketat.

Apalagi sejumlah hotel dan kawasan wisata sudah terus berbenah. Ini akan jadi titik balik di tengah menurunnya gairah dunia wisata selama dua tahun belakangan.

Pihak terkait juga harus mestikan pengunjung yang memanfaatkan fasilitas MICE menaati protokol kesehatan. Hotel, pusat perbelanjaan dan kawasan wisata juga mesti menerapkan peduli lindungi agar penegakan disiplin terhadap protokol ksehatan berjalan dengan baik.

Dua program ini setidaknya memberi secercah harapan bagi pergerakan ekonomi Batam di tengah ancaman pandemi. Semua kita berharap, pandemi bisa berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal seperti biasa. Semoga..

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button