Oktober, Batam Inflasi 0,32%, Kepri 0,30%

BATAM.Bilo.co.id – Badan Pusat Statistik Kepulaua Riau mencatat tingkat inflasi Kota Batam pada Oktober 2021 sebesar 0,32 persen. Sementara itu, Tanjungpinang sebesar 0,16 persen. Sedangkan secara keseluruhan rata-rata inflasi di Provinsi Kepri mencapai 0,30 persen.

“Telah terjadi kenaikan harga barang di Kepulauan Riau sebesar 0.3 persen dibandingkan dengan Bulan Septermber,” ungkap Badarudin, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Kepulaun Riau dalam Konferensi Persnya melalui jejaring Youtube.

Komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan angka inflasi di bulan Oktober di Provinsi Kepulauan Riau adalah, cabai merah yang naik 38.31%, angkutan udara yang mengalami kenaikan sebesar 16.06%, minyak goreng sebesar 10.05%, daging ayam ras sebesar 4,21%, rokok kretek filter sebesar 1.16%, rokok putih sebesar 1.66%, cabai rawit sebesar 8.53%, sabun detergen bubuk/cair sebesar 2.87%, bensin sebesar 0.35% dan ketupat sebesar 1.07%

Badarudin melanjutkan Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau selama Januari hingga Oktober 2021 masih fluktuatif namun masih bisa ditolerir. Inflasi tertinggi sambungnya terjadi di Januari untuk daging ayam ras dan terendah di bulan Februari untuk bawang merah.

Komoditas yang memberikann andil terhadap tingkat inflasi di Kota Tanjungpinang pada Oktober 2021 adalah cabai merah mengalami kenaikan 40.06%, minyak goreng mengalami kenaikan sebesar 4.73%, daging ayam ras sebesar 2.35%, angkutan udara sebesar 4.21%, rokok kretek filter sebesar 1.32%, udang basah sebesar 8.47%, cat tembok sebesar 3.83%, shampoo sebesar 3.33%, obat dengan resep sebesar 3.49%, dan sabun deterjen bubuk/cair sebesar 2.45%.

Sementara komoditas yang medorong tingkat inflasi kumulatif di Kepulauan Riau dari Januari hingga Oktober 2021 adalah adalah minyak goreng, daging ayam ras, beras, rokok kretek filter, ikan layang, biaya perguruan tinggi, rokok putih, ikan mujair, nasi dengan lauk dan ikan kembung.

Badarudin melanjutkan dalam siaran persnya, ada 19 kota mengalami inflasi di Pulau Sumatera dan 5 kota mengalami deflasi di Bulan Oktober 2021. Kota Batam berada di posisi ke 11 dari 19 kota yang mengalami inflasi sementara Kota Tanjungpinang berada di peringkat 14 dari 19 kota yang mengalami inflasi.
Tercatat daerah yang mengalami inflasi tertinggi ada di Kota Bungo yaitu sebesar 0.78%. Sementara kota yang mengalami inflasi terendah di Pulau Sumatera adalah Kota Pangkal Pinang sebesar 0.16%. Kota yang mengalami deflasi tetinggi adalah Kota Tanjung Pandan sebesar -0.44% sementara deflasi terendah di Kota Bengkulu sebesar -0.02%. (roni)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button